by

Review Adidas Ultraboost 19

-Olahraga-5 views

Adidas Ultraboost 19 mempunyai ukuran tumit 29 mm dan pijakan depan 19 mm yang dibuat dari busa, di mana itu memberi kesan energik kepada sepatu. Menggunakan Primeknit sebagai bahan utama di bagian atas serta bingkai tumit, sepatu ini hadir dengan bobot yang cukup ringan, yakni 10,9 ons.

Seperti yang kita ketahui, sepatu yang menggunakan bahan midsole dan dipasangkan dengan Saucony Freedom Iso 9 oz pasti akan sangat responsif. Contoh lainnya adalah adalah Nike Epic React Flyknit 2 yang mempunyai bagian atas berbahan Flyknit serta busa Epic React.

Sebagian besar sepatu lari yang sejenis dengan Ultraboost 19 mempunyai harga lebih murah dan berat lebih ringan, sehingga Adidas mungkin berasumsi bahwa manfaat busa yang dipadukan dengan desain sepatu lari akan menarik minat pembeli.

Kesan Pertama Adidas Ultraboost 19

adidas ultraboost 19

Sejujurnya saya penasaran bagaimana diri saya saat mengenakan sepatu ini. Itu karena belum ada yang sepatu seperti ini di pasaran sekarang. Saya pikir itu adalah alasan yang bagus. Adidas Ultraboost 19 mempunyai tampilan yang mencolok dengan midsole busa besar yang terbuka, pola rajutan yang rumit, serta outsole berwarna putih.Walaupun terdapat kombinasi warna yang lain, kebanyakan dari pembeli lebih menyukai sol yang berwarna putih cerah.

Alasan mengapa sepatu ini mencolok adalah karena sangat jarang ada sepatu berwarna putih terang; sangat mudah kotor. Karena itu kita harus berhati-hati saat memakinya agar tidak mengotori sepatu bagus tersebut. Memakai sepatu untuk pertama kali rasanya juga tidak terlalu sulit. Karena bagian atas berbahan karet elastis yang tidak memiliki lidah, jadi tumitmu akan lebih mudah masuk karena terasa lebar.

Ketika mengencangkan sepatu dengan tali tebal dan menenunnya menjadi sebuah simpul, kamu akan menyadari bahwa rasanya sedikit longgar sehingga masih bisa menggoyangkan kaki. Ini sempurna untuk berjalan-jalan, duduk. Hanya saja, rasanya menjadi masalah jika kamu memakainya untuk berlari cepat. Tampaknya masalah ini juga belum bisa diselesaikan, mengingat Ultraboost 18 juga memiliki catatan yang serupa. Jadi disarankan untuk tidak memakainya jika kamu ingin melakukan sprint.

Selain itu, desain seri 19 ini agak berbeda, di mana bagian renda plastik menjadi menjadi tebal, pencengkeram tumit dibuat lebih solid, serta bagian atas kurang elegan. Jika kamu ingin sepatu yang cocok digunakan untuk berlari cepat bermerk Adidas, lebih baik pilih Adizero SUB2. Ngomong-ngomong, saya tidak hanya mendapat sepasang sepatu ini, tapi juga Nike Epic React Flyknit 2. Dengan begitu saya bisa membandingkan mana yang lebih baik di antara dua sepatu tersebut.

Busa Adidas Ultraboost 19
Menurut saya, kualitas busa pada sepatu ini sudah cukup bagus. Ini lebih baik daripada busa EVA dan banyak jenis busa lainnya. Itu karena fakta bahwa busa penguat menghasilkan lebih banyak energi dan lebih tahan lama, sehingga performanya lebih baik jika dipakai pada suhu ekstrim.

Namun, kabarnya ada terlalu banyak busa Boost pada sepatu Ultraboost ini. Yah, di sini kita tidak dapat mengeluh karena nama sepatu ini memang mengandung kata “Ultra”. Hanya saja, kamu pasti tahu bahwa kebanyakan pelari tidak membutuhkan busa sebanyak ini. Contohnya adalah sepatu Adios Boost dan Boston Boost, di mana mereka menggunakan busa yang lebih sedikit.

Bagian Atas Adidas Ultraboost 19
Saya tidak sepenuhnya yakin apakah ini merupakan terobosan baru, tetapi teknik Adidas dalam pembuatan sepatu ini menghasilkan pola yang lebih baik. Walaupun sebagian besar hanya berupa pola permutasi yang sederhana, tapi itu malah memberi kesan rapi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *